Home - Photo - Blogger

Subscribe: Posts Subscribe to Revolution ChurchComments

40 Jiwa masih terjebak di Palopo

PALOPO, Sulsel: Sekitar 40 warga dari RW 3, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat masih terisolir oleh sisa tanah longsor sampai tiga hari pasca longsor di Kota Palopo, Sulsel. Hal ini dikemukakan Camat Wara Barat Idris Kaso di Palopo, kemarin siang. Menurut dia, warga tersebut tidak dapat keluar­ dan dievakuasi dengan cepat karena akses jalan keluar terputus akibat masih ada ribuan kubik tanah menutupi.

Pemkot tata kampung nelayan

MANADO: Pemkot Manado akan menata ruang baru di kawasan pesisir untuk dijadikan kawasan perkampungan nelayan. “Kawasan pesisir yang sebagian besar berada­ di utara akan direvitalisasi supaya selain menjadi permukiman, juga menjadi pendukung pariwisata sebab diatur sebagai kawasan pengembangan nelayan,” kata Kepala Bappeda Manado Revin Lewan, kemarin. Lewan mengatakan kawasan dimaksud mencakup Bailang di Kecamatan Bunaken, serta Karangria di Kecamatan Tuminting.

Rumput laut Seram 135 ton

AMBON: Lima kelompok nelayan yang membudidayakan rumput laut di Desa Wael, Kabupaten Seram Bagian Barat, setiap tahun mampu menghasilkan 135 ton. “Hasil panen saya rata-rata 1,8 ton per tahun­ sejak Mei 2007. Tapi kalau digabungkan dengan empat kelompok nelayan lain, jumlahnya­ cukup besar,” kata Ketua Kelompok Budidaya Rumput Laut Sukamaju La Idris M. Thalib, kemarin. Lima kelompok nelayan yang mengembang­kan­ rumput laut itu masing-masing ber­anggota 15 orang.
Tampilkan postingan dengan label Laporan Kontibutor Manado. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan Kontibutor Manado. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juni 30, 2009

Ciputra bangun klaster baru di Manado

MANADO: Grup Ciputra membangun klaster perumahan Citraland terbaru Northern Hill di Manado, Sulawesi Utara.

Northern Hill merupakan klaster ke-20 yang dikembangkan di atas areal tujuh hektare dengan enam tipe rumah dan kavling siap bangun. Ciputra meluncurkannya, akhir pekan lalu.

Direktur Grup Ciputra Eddy Mulyono mengatakan dengan memanfaatkan momentum penurunan suku bunga, pihaknya meluncurkan klaster terbaru untuk memudahkan konsumen memperoleh rumah yang nyaman dan berada di kawasan prestisius.

Harga rumah baru ini paling murah Rp380 juta. Peminat dapat membayar dengan tiga cara, yaitu inhouse, tunai, dan melalui KPR Bank Mandiri, BCA, Bank Panin, Bank Mega, BII, dan CIMB Niaga.

“Kami kaget dengan pengunjung yang membludak dan respons konsumen yang amat baik,” kata Mulyono di sela-sela peluncuran Northern Hill di Manado.

Walaupun secara teknis pembangunan rumah relatif lebih sulit karena tidak semua material diperoleh di Sulut, Mulyono mengakui kawasan Citraland di Manado mendapat respon pasar yang baik. Alasannya, menurut Mulyono, konsumen sudah terbiasa dengan produk Citraland di daerah lain.

Klaster Northern Hill bernuansa klasik modern berlokasi di atas perbukitan dengan hamparan alam.

enghuni Citraland tetap bisa merasakan atmosfer perkotaan dengan fasilitas yang disediakan.

Menurutnya, secara keseluruhan Citraland Manado seluas 120 ha, namun dengan penambahan terbaru menjadi 127 ha. Manado adalah kota kedua setelah Jakarta yang memiliki lokasi Citraland di atas 100 ha.

»» read more

Senin, Juni 15, 2009

Sulut bisa ekspor pelumas

MANADO: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Gemmy Kawatu tidak menutup peluang Sulut mengekspor pelumas bekas.

Hal ini dilakukan untuk mengompensasi penurunan ekspor Sulut yang mencapai 59% tahun ini terutama kelapa dan perikanan sebagai primadona.

Menurut Gemmy, pihaknya membuka jalan bagi perusahaan yang berniat mengekspor pelumas ke Taiwan. Dinas Perindustrian sudah membuka informasi ke Departemen Perdagangan.

“Kalau memang ada pasar di Taiwan, izin kami berikan. Karena kami sudah membuka informasi ke Departemen Perdagangan, asal memenuhi ketentuan Dirjen Perdagangan,” ungkapnya kepada wartawan usai Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Luar Negeri, pekan lalu.

Kawatu menyebutkan ketentuan atau bentuk pembatasan yang dipaparkan dalam sosialisasi adalah barang yang diatur, diawasi, dan dilarang ekspor, wajib verifikasi sertifikasi mutu, wajib menggunakan SK, dan wajib L/C.

“Kalau memang transportasi cost-nya juga memungkinkan dan di sana harga jual bagus berarti harga bensinnya ada, mengapa tidak?” ujarnya.

Kendalanya, menurut Kawatu, apakah negara pengimpor benar-benar membuka diri untuk mengimpor pelumas dari Sulut.

»» read more

Kamis, Juni 04, 2009

ikan kayu Sulut tembus tiga negara

MANADO:PT Celebes Mina Pratama (CMP) melakukan ekspor ikan kayu lima kontainer ke Korea Selatan, Jepang dan China dengan total volume sebanyak 95.460 kg, dengan nilai jual diperkirakan Rp5,5 Miliar.

Humas PT Celebes Mina Pratama, Servie Killis mengatakan selama bulan Mei PT CMP melakukan ekspor sebanyak lima kali. Pada 5 Mei pembeli berasal dari Doori Industry Company (Korea Selatan) sebanyak 11.120 kg dengan nilai Rp556,5 juta, pada 7 Mei pembeli dari Marukei Kathuobushi Inc (Jepang) sebanyak 24,401 Kg dengan nilai Rp1,4 miliar

Pada 19 Mei ekspor ke Marukei Kathuobushi Inc. Sebanyak 24.423 kg dengan nilai Rp1,49 miliar, Pada 27 Mei kembali diekspor ke Jepang masih dengan pembeli yang sama sebesar 24.396 kg dengan nilai Rp1,50 miliar.

Yang terakhir pada 29 Mei 2009 dibeli oleh Marukei Shanghai Co, Ltd dari negara China sebesar 4.781 kg dengan nilai Rp525,9 juta,” katanya. Dia mengatakan ekspor ikan kayu di Sulut mengalami peningkatan karena kualitas dari produksi ikan kayu sudah melalui laboratorium uji kelayakan yang menyatakan produksi ikan kayu sangat layak.

“Produksi ikan kayu dari PT Celebes Mina Pratama masih diminati oleh negara buyers meski dihantam krisis ekonomi, karena kualitas produksi ikan kayu dari Sulut yang memang sangat baik,” ujar Servie Killis.

»» read more

Rabu, Mei 27, 2009

Kejati Manado limpahkan kasus MBH ke PN

MANADO: Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara secara resmi melimpahkan berkas dua pejabat yang diduga terlibat dalam kasus korupsi PT Manado Beach Hotel (MBH) ke Pengadilan Negeri Manado. “PN Manado sudah menerima berkas pelimpahan dari Kejati 25 Mei 2009 dan telah diregistrasi untuk persiapan sidang,” kata Panitera Muda Pidana PN Manado Mansur Malakah, kemarin.

Dua pejabat daerah itu, yakni Wakil Gubernur Sulut FHS alias Fredy dan Plt Wali Kota Manado AB alias Abdi.Kasus mendapat nomor registrasi masing-masing No.215/Pid.B/2009/PN.Mdo serta No.216/Pid.B/2009/PN.Mdo.

PN Manado belum menjelaskan dalam pelimpahan itu siapa sebagai tersangka utama dugaan kasus MBH yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp11 miliar itu. Sebelumnya, PN Manado telah memutuskan vonis empat tahun penjara serta membayar denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara, dan membayar uang pengganti Rp2 miliar, kepada mantan Asisten II Pemprov Sulut Joppy Saruan.

Joppy terbukti menyalahgunakan kewenangan dalam kasus korupsi terkait pembayaran utang MBH ke BPPN. Dugaan kasus korupsi itu terjadi antara tahun 2003 hingga 2004, yang juga turut melibatkan tersangka lain, yakni Anggota DPRD Sulut periode 1999-2004, masing-masing Jost Pati dan Elizabeth Winokan.

Kemudian tersangka lain, mantan Sekretaris Provinsi Sulut dan mantan Rektor IPDN JK alias Kaloh. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulut Arthur Kotambunan mengatakan kasus korupsi MBH yang melibatkan sejumlah anggota legislatif dan pejabat daerah harus ditangani dengan menghormati asas praduga tidak bersalah.

“Opini tercipta di tengah masyarakat bahwa dalang dari dugaan korupsi sekitar Rp11,3 miliar adalah anggota DPRD dan pejabat daerah, sedangkan belum ada kekuatan hukum tetap membuktikan kasus tersebut,” katanya.

Menurutnya, kasus korupsi itu sebaiknya diserahkan kepada aparat hukum untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

»» read more

Jumat, Mei 15, 2009

Kredit maritim Mandiri capai Rp3 triliun

MANADO: Kredit Bank Mandiri Tbk untuk sektor perhubungan laut mencapai Rp3 triliun hingga akhir 2008 atau meningkat 59,31% dibanding tahun sebelumnya Rp1,8 triliun. Area Manager Bank Mandiri Manado Eduard Dauhan mengatakan kredit segmen komersial khususnya untuk pembiayaan di bidang pelayaran mencapai 73,6%, sedangkan segmen korporasi dan small sebesar 25,1% dan 1,3%.

“Sampai saat ini, Bank Mandiri telah membiayai sektor ini yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Tidak hanya di kawasan timur Indonesia (KTI), tetapi alokasi kredit itu untuk nasional,” katanya kepada wartawan di Manado, kemarin. Dauhan mengatakan pembiayaan dari hulu ke hilir ini, selain mampu menyerap banyak tenaga kerja, industri transportasi laut juga menarik industri lain untuk berkembang.

“Kami melihat potensi di bidang ini masih cukup besar. Hingga tahun 2010 kebutuhan kapal Indonesia diperkirakan mencapai 654 unit dengan total dana sebesar US$4,6 miliar,” katanya. Menurut dia, kebutuhan terbesar terdapat pada kapal berjenis angkutan batu bara (coal carrier) seiring dengan potensi pengangkutan batu bara di Indonesia yang hingga 2010 diperkirakan mencapai 216 juta ton serta 318 juta ton pada 2025.

Untuk pengangkutan batubara, lanjut dia, pangsa kapal Indonesia hanya sebesar 40%, sementara pengangkutan minyak sebesar 39%. Dauhan mengatakan dalam lima tahun terakhir, perkembangan jumlah armada angkutan laut juga mengalami kenaikan meski tidak signifikan.

“Sebagai negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi pengembangan industri maritim yang besar dan beragam,” katanya. Dia menuturkan ditunjang stabilitas ekonomi dalam negeri, sektor industri maritim terutama transportasi laut domestik diharapkan dapat tumbuh pesat.

”Selain itu dengan adanya penerapan kawasan khusus di Indonesia, seperti kawasan industri dan zona perdagangan bebas (free trade zone), diharapkan dapat mendukung pengembangan industri maritim tanah air,” kata Dauhan.

BNI dan WWF

Dalam perkembangan lain, di sela acara pendukung World Ocean Conference (WOC) 2009, Direktur Korporasi Bank BNI Tbk Kemal Stamboel dan pihak Yayasan WWF Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama penyediaan produk dana perbankan untuk mendukung kegiatan konservasi lingkungan hidup.

Bentuk kerjasama BNI dan WWF dalam kegiatan konservasi lingkungan hidup lebih diutamakan penyelamatan terumbu karang, perikanan, dan spesies laut yang terancam punah.Bentuk kegiatannya, a.l. pengelolaan kemitraan dan bina lingkungan masya rakat nelayan pesisir dalam menerapkan kaidah praktik perikanan berkelanjutan, serta pembiayaan kegiatan konservasi lingkungan dari point reward pemegang kartu kredit BNI.

Kerjasama penyediaan dana perbankan, meliputi penyediaan layanan integrated cash management, layanan penyimpanan dan pengelolaan dana (deposit on call, money changer account, dan deposito baik rupiah maupun valuta asing).
Selain itu, dana pensiun, payroll gaji, kartu kredit korporat, dan lain-lain. Stamboel mengemukakan kerja sama ini merupakan salah satu komitmen BNI untuk menjalankan bisnis perbankan yang fokus pada pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan.

“BNI menilai terpeliharanya kelestarian lingkungan, termasuk menjaga kelangsungan hidup spesies laut dan terumbu karang merupakan prinsip bisnis yang memberikan manfaat dan keuntungan bersama dan berkelanjutan,” paparnya. Karena itu, lanjut dia, pihaknya sangat mendukung adanya upaya semua pihak dalam membangun pelestarian lingkungan hidup.

”Ini yang menjadi dasar dari kerja sama antara BNI dan WWF karena memiliki visi yang sama,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Pemimpin Wilayah BNI Manado Joppy Lamonge mengatakan pihaknya optimis kerja sama ini akan membantu Sulut menjadi salah satu tujuan investasi kelautan dunia.

»» read more

Rabu, Mei 06, 2009

Aset Bank Sulut tumbuh 44,8%

MANADO: Posisi aset Bank Sulut pada triwulan I 2009 mencapai Rp3,2 triliun atau tumbuh 44,8% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,21 triliun. Selain aset, bank pembangunan daerah (BPD) milik pemda Sulawesi Utara dan Gorontalo ini mencatat kenaikan penyaluran kredit dari Rp1,17 triliun pada triwulan I 2008 menjadi Rp1,72 triliun tahun ini.

Direktur Utama Bank Sulut Xaverius Mapandy mengemukakan dalam periode ini kredit yang disalurkan naik 47%, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 45,6%. “Hingga triwulan I tahun ini, CAR Bank Sulut tercatat 15,53% atau bertumbuh 2,38%,” kata Mapandy di sela rapat umum pemegang saham (RUPS) bank tersebut, pekan ini.

Dia mengemukakan ROA (return on asset) Bank Sulut mencapai 3,27% atau naik 1,46%, ROE (return on equity) 30,47% atau meningkat 7,26%, dan NIM (net interest margin) 7,67% atau tumbuh 2,87%. Sementara itu, rasio BOPO sebesar 81,72%, serta LDR 64,74%.
Menurut Mapandy, kondisi ekonomi dunia yang tengah dilanda krisis membuat Bank Sulut melakukan efisiensi di segala bidang, mencari inovasi, dan meningkatkan mutu

pelayanan nasabah.

Dia mengatakan Bank Sulut sebagai kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo yang dipercaya Kementerian Perumahan Rakyat dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menjadi pilot project penyaluran KPR BPD ini sampai triwulan I 2009 mencatat pertumbuhan aset 44,8%.

Melambungnya aset bank yang mengoperasikan unit money changer guna mendukung World Ocean Conference (WOC) ini ikut dipicu ekspansi ke daerah pemekaran seperti Kabupaten Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Utara, Minahasa Utara, dan Sitaro.

Mapandy mengatakan pengembangan jaringan akan menyusul ke Bolaang Mongondow Selatan dan Bolaang Mongondow Timur.
Di sejumlah daerah pemekaran tersebut, Bank Sulut akan membangun kantor baru dan meningkatkan status kantor yang sudah ada.

“Semua ini untuk men-support pemerintah daerah dan langkah kami agar lebih dekat dalam melayani masyarakat,” katanya lagi.
Langkah lain untuk mening-katkan mobilitas pelayanan berupa kas mobile yang dilengkapi ATM dan direncanakan beroperasi bersamaan dengan pelaksanaan WOC.

Lebih jauh, Mapandy mengatakan guna menopang semua rencana dan terobosan yang dilakukan itu, Bank Sulut terus menempa sumber daya manusia (SDM), baik melalui pendidikan dan latihan maupun pengembangan karir. Selain itu, penyusunan jenjang kepangkatan berdasarkan prinsip kesejahteraan dan keadilan.

Dikatakan, sesuai visi Bank Sulut, setiap karyawan bank ini harus mampu bersikap profesional dalam setiap pekerjaan dan perilaku, selalu berorientasi pada hasil. Selain itu, organisasi wajib mengalami pertumbuhan dan selalu berubah ke arah yang lebih baik mengikuti dinamika perusahaan.

Yang tidak kalah penting, kata Marpandy, adalah organisasi yang sehat selalu dikendalikan oleh orang-orang berdisiplin tinggi yang patuh pada aturan dan tidak terpengaruh oleh godaan apapun.

“Budaya itu yang terus kami kembangkan di Bank Sulut, sehingga SDM di bank ini bermaterikan orang-orang andal,” ujarnya. Akhir pekan lalu, bank ini baru saja menaikkan pangkat 193 pegawai berbagai tingkatan. Hal tersebut, selain memberikan kesempatan bagi pegawainya untuk mengembangkan karir, juga mengisi jabatan sesuai kebutuhan.

“Di Bank Sulut, jabatan bukan urut kacang, tapi disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan. Makanya, setiap pegawai harus dites kompetensi sesuai posisi yang tersedia, bila tak siap akan tereliminasi dengan sendirinya,” tambah Mapandy.

»» read more

Senin, Mei 04, 2009

Aston Manado City Hotel mulai Beroperasi

MANADO: Menyambut pelaksanaan Konferensi Kelautan Dunia (Word Ocean Conference/WOC) yang akan berlangsung 11-15 Mei 2009 di Manado, Sulawesi Utara, sejumlah hotel berbintang resmi beroperasi di daerah nyiur melambai itu.

Dalam satu tahun ter-akhir, di Manado berdiri 4 hotel berbintang baru. Setelah Swissbell Hotel Manado, Peninsula Hotel, dan Grand Kawanua Hotel, menyusul Aston Hotel yang diresmikan pada 1 Mei 2009 oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie didampingi Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang.

Hotel yang terletak di jantung kota Manado, Ibukota Sulut, itu memiliki 110 kamar dan suites, coffee shop, spa, dan bussiness centre. Selain itu, lobby lounge, 5 ruang pertemuan, dan sebuah ballroom berkapasitas hingga 350 orang.

“Untuk membangun hotel berbintang tiga ini pihak perusahaan menghabiskan dana mencapai Rp50 miliar,” kata Manajer Umum Aston Manado Bayu Bimo Mulyo kepada wartawan, Sabtu.

Menurut dia, jumlah kamar yang beroperasi baru 70 unit kamar dan akan diselesaikan secara bertahap. Menurut dia, Hotel Aston Manado ini mendaur ulang air limbah sehingga bisa digunakan lagi, misalnya menjadi sumber energi untuk penyejuk ruangan, air panas, dsb.

“Program tersebut kami namakan eco-friendly. Sesuai dengan tema hotel ini yang mengusung konsep ramah lingkungan,” katanya. Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Aston International Norbert Vas mengemukakan pihaknya akan bekerja sama dengan pengusaha daerah untuk mengadakan penjualan suvenir dan produk daerah lainnya.

Selain itu, mereka akan menyiapkan alat musik kolintang dan musik bambu untuk mengangkat identitas daerah. Gubernur Sulut Sinyo Sarundajang mengimbau Aston Hotel mengutamakan pelayanan di atas segala-galanya, khususnya menyambut tamu WOC dan CTI Summit 11-15 Mei mendatang.

“Kita memberikan pencitraan yang baik sehingga para peserta akan mendapatkan kesan yang baik pula,” katanya.

»» read more

Selasa, April 28, 2009

Flu Babi resahkan warga Sulut

MANADO: Maraknya pemberitaan terkait penyebaran flu babi di sejumlah negara, ternyata turut meresahkan sejumlah warga di Manado, sambil berharap ada langkah antisipasi secara optimal pemerintah.

Pemerintah harus melakukan proteksi di semua pintu masuk ke Sulawesi Utara (Sulut) guna mencegah penyebaran penyakit mematikan itu, kata Junita, salah satu warga yang berprofesi karyawan bank swasta di Manado, Senin. Penyebaran tersebut bisa saja masuk dari negara-negara tetangga di Asia, seperti Singapura, yang membuka hubungan transportasi udara secara langsung maupun kegiatan lain dari beberapa negara.

Sebelumnya, Organisasi kesehatan PBB World Health Organization (WHO) memperingatkan flu babi yang menjangkiti Meksiko bisa menyebar ke seluruh dunia. Korban dari virus flu jenis baru ini terus bertambah.
Dirjen WHO Margaret Chan menyerukan, penyakit tersebut merupakan “ancaman bagi kesehatan publik yang harus mendapat perhatian internasional.”

Artinya, ada risiko penyakit tersebut akan menyebar lintas negara ke seluruh dunia. Para ahli masih belum memahami virus H1N1 yang merupakan `koalisi` antara flu manusia, flu babi, dan flu burung ini. Perkembangan virus ini terjadi dengan cepat.

Selama beberapa tahun ini WHO memang telah memperingatkan kemungkinan munculnya virus flu baru yang berpotensi menjadi pandemi dan membunuh jutaan manusia. Jumlah penderita flu jenis baru ini terus bertambah. Sejauh ini ada 20 orang yang telah dipastikan menjadi korban keganasannya, dan 61 orang lainnya diduga kuat juga menjadi korban. Semuanya meninggal dunia. Juga ada 1.300 orang yang diduga telah terinfeksi virus ini.

Rein H, salah satu peternak babi di Manado, mengakui bahwa di Manado sangat dikenal dengan peredaran ternak babi, sehingga bisa mengkhawatirkan warga. Dia berharap pemerintah melakukan langkah pencegahan dan sosialisasi penanganan kesehatan ternak babi, sehingga tidak berdampak buruk bagi kegiatan usahanya.

Sebagian besar usaha ternak babi berada di tempat-tempat khusus dan jauh dari pemukiman warga, namun bisa saja terjangkit penyebaran penyakit tersebut. Kepala Pengendalian Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Manado, Noldi Mandolan, mengatakan, warga tidak perlu khawatir dan panik, karena memang belum beredar di daerah itu.

Langkah utama mencegah penyebaran penyakit itu, dengan menjaga lingkungan rumah dan sekitarnya tetap sehat, serta selalu melaporkan kepada Pemda jika ada hal-hal menyerupai penyebaran penyakit flu babi serta flu burung. (ANTARA)

»» read more

Jumat, April 17, 2009

PLPB Lahendong pasok 50 MW listrik Sulut

MANADO:Setelah setahun krisis listrik terakhir, kini Sulawesi Utara resmi mendapat tambahan pasokan listrik sekitar 50 MW menyusul diresmikannya pembangkit baru oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro.

“Beroperasinya Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLPB) Lahendong II 20 MW dan Lahendong III 30 MW sudah bisa menutupi krisis listrik di Sulut yang berkepanjangan,” kata Kepala Bagian Humas Pemprov Sulut Steven Liow di Manado, kemarin. Sebelumnya, Sulut mengalami krisis listrik setelah daftar tunggu pemasangan listrik sekitar 70 MW belum terlayani oleh PLN.

Maksimum pasokan listrik yang dihasilkan pembangkit di daerah itu mencapai 130 MW dengan tingkat konsumsi masyarakat cukup tinggi. PLTP II dan III yang sudah dioperasikan di Sulut, dijamin ramah lingkungan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat, terkait kekurangan daya yang dialami sejak lama.

PLPB Lahendong saat ini memiliki sebanyak sembilan sumur produksi dengan dua sumur injeksi, guna menyuplai uap bagi kegiatan produksi kelistrikan itu. Anggota DPRD Sulut Tonny Kaunang mengatakan penambahan pasokan listrik di daerah itu, diharapkan bisa menggairahkan kegiatan perekonomian serta menambah daftar masuk investasi di daerah.

“Sejauh ini keluhan para investor ketika menanamkan modal di Sulut akibat ketersediaan listrik kurang memadai," katanya. Apalagi Sulut akan menjadi tuan rumah sejumlah hajatan internasional, se-perti World Ocean Conference (WOC), Coral Triangle Initiative (CTI) Summit, SOM ASEAN hingga Sail Bunaken, semuanya pada 2009.

»» read more

Jumat, Maret 20, 2009

Sulut dapat pupuk subsidi 24.000 ton

MANADO: Provinsi Sulawesi Uta-ra mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 24.000 ton pada 2009. “Alokasi pupuk tersebut diharapkan mampu menutupi kekurangan yang dialami petani di Sulut,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindag Sulut, Janny Rembet, di Manado, Kamis.

Daerah yang mendapatkan alokasi terbesar pupuk bersubsidi itu adalah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) sebanyak 4.398 ton, Minahasa 4.130 ton, dan Minahasa Selatan 4.014 ton. Kemudian Kabupaten Minahasa Tenggara sebanyak 2.031 ton, Minahasa Utara 1.729 ton, Bolmong Timur 900 ton, Bolmong Selatan 700 ton, dan Bolmong Utara 2.199 ton.

Selain itu, Sangihe 826 ton, Talaud 306 ton, Sitaro 344 ton, dan Manado 166 ton. Dia menuturkan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi serta membentuk komisi pengawasan pupuk dan pestisida di setiap kabupaten dan kota, sekaligus menga-wasi langsung penyalurannya.

“Tim dibentuk untuk menyelidiki sejauh mana penyimpangan distribusi pupuk yang sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,” katanya seperti ditulis ANTARA. Kepala Pemasaran PT Pupuk Kaltim wilayah Sulut Aunur Rofiq mengatakan terhitung 1 Januari 2009 lalu, penyaluran pupuk bersubsidi telah dilakukan dengan sistem tertutup.

»» read more

Rabu, Februari 25, 2009

Provinsi Totabuan masih wacana

MANADO: Harapan terbentuknya Provinsi Totabuan yang terpisah secara administratif dari Sulawesi Utara masih sekadar wacana karena belum ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan DPRD. "Masih butuh waktu cukup lama untuk memaksakan kehadiran Provinsi Totabuan," kata Wali Kota Kotamobagu Jelantik Mokodompit di Manado, kemarin.

Provinsi Totabuan rencananya meliputi Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolmong, Bolmong Utara, Bolmong Selatan, dan Bolmong Timur. Menurut mantan anggota DPR itu, pembentukan Totabuan harus memperhatikan aspek kesejahteraan rakyat maupun pembangunan dan pemberdayaan ekonomi. "Usulan pembentukan Totabuan sah dan wajar, namun harus didukung semua pihak," kata Mokodompit.

»» read more

Rabu, Februari 18, 2009

BNI tanam pohon di Gorontalo

GORONTALO: PT Bank BNI Tbk menanam 25.000 pohon di Provinsi Gorontalo sebagai bentuk kepedulian mengatasi pemanasan global. Acara akhir pekan lalu itu berlangsung di halaman Kantor BNI Gorontalo.

Penanaman pohon secara simbolis dilakukan Sekprov Gorontalo Idris Rahim dan Kepala Cabang BNI Gorontalo Rusdhy Nitiharjo, disaksikan­ Sekretaris Kota Nurdin Mokoginta, para nasabah, dan warga lainnya.Setelah penanaman simbolis, kegiatan dilanjutkan ke Desa Padengo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.
Menurut Nitiharjo, penanaman selanjutnya dilakukan di semua unit BNI dengan melibatkan­ pemerintah dan masyarakat setempat.

“Meski disibukkan dengan urusan bisnis, kami berupaya tidak melupakan lingkungan sekitar. Inilah partisipasi BNI bagi kelestarian­ lingkungan,” kata Nitiharjo.

»» read more