Home - Photo - Blogger

Subscribe: Posts Subscribe to Revolution ChurchComments

40 Jiwa masih terjebak di Palopo

PALOPO, Sulsel: Sekitar 40 warga dari RW 3, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat masih terisolir oleh sisa tanah longsor sampai tiga hari pasca longsor di Kota Palopo, Sulsel. Hal ini dikemukakan Camat Wara Barat Idris Kaso di Palopo, kemarin siang. Menurut dia, warga tersebut tidak dapat keluar­ dan dievakuasi dengan cepat karena akses jalan keluar terputus akibat masih ada ribuan kubik tanah menutupi.

Pemkot tata kampung nelayan

MANADO: Pemkot Manado akan menata ruang baru di kawasan pesisir untuk dijadikan kawasan perkampungan nelayan. “Kawasan pesisir yang sebagian besar berada­ di utara akan direvitalisasi supaya selain menjadi permukiman, juga menjadi pendukung pariwisata sebab diatur sebagai kawasan pengembangan nelayan,” kata Kepala Bappeda Manado Revin Lewan, kemarin. Lewan mengatakan kawasan dimaksud mencakup Bailang di Kecamatan Bunaken, serta Karangria di Kecamatan Tuminting.

Rumput laut Seram 135 ton

AMBON: Lima kelompok nelayan yang membudidayakan rumput laut di Desa Wael, Kabupaten Seram Bagian Barat, setiap tahun mampu menghasilkan 135 ton. “Hasil panen saya rata-rata 1,8 ton per tahun­ sejak Mei 2007. Tapi kalau digabungkan dengan empat kelompok nelayan lain, jumlahnya­ cukup besar,” kata Ketua Kelompok Budidaya Rumput Laut Sukamaju La Idris M. Thalib, kemarin. Lima kelompok nelayan yang mengembang­kan­ rumput laut itu masing-masing ber­anggota 15 orang.
Tampilkan postingan dengan label Nov 25. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nov 25. Tampilkan semua postingan

Selasa, November 25, 2008

Bank Sulsel tak terpengaruh krisis global

Laporan Fandy
MAKASSAR: Kinerja keuangan PT Bank Sulsel tidak terpengaruh krisis ekonomi global. Komisaris Utama PT Bank Sulsel A Muallim, mengatakan proses intermediasi di Bank Sulsel tidak mengalami hambatan ataupun masalah, disebabkan likuiditas.

“Sampai saat ini Bank Sulsel tidak mengalami masalah akibat krisis ekonomi global. Kita tetap beroperasi dengan baik, dan tetap menunjukkan kinerja positif,” ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini. A Muallim mengemukakan, efek negatif tidak menyerang Bank Sulsel disebabkan dominasi kredit konsumtif di bank ini dinikmati oleh pegawai negeri sipil (PNS), sehingga resiko gagal bayar rendah.

Dia mengatakan, Bank Sulsel bakal bermasalah bila mengalokasikan dana pada sektor produktif, yang saat ini sulit tumbuh dan berkembang diakibatkan tren ekonomi mikro lokal, nasional, dan internasional yang tidak bersahabat. “Untung saja kredit kami tidak banyak disalurkan ke sektor produktif, sebab saat ini banyak usaha mengalami kesulitan membayar pinjaman,” ujarnya.  

Sebelumnya, Bank Sulsel menargetkan ekspansi kredit baru pada 2008 sebesar Rp500 miliar. Jika rencana ini tercapai maka posisi kredit hingga akhir 2008 mencapai Rp3 triliun.

»» read more

Surplus beras Sultra turun

Laporan Syahrir
KENDARI: Kepala Dinas Pertanian Sulawesi Tenggara Imam Subagjo, mengatakan surplus beras 2008 di provinsi ini turun dibandingkan 2007. Tahun 2007, Sultra surplus sekitar 30.955 ton namun tahun 2008 hanya mencapai 28.500 ton.

Menurut Imam, penyebab utama turunnya surplus karena hasil panen dijual ke luar provinsi. Selain itu, panen di sentra-sentra produksi beras juga tidak dilakukan secara serentak. Pengaruh lain adalah, sejumlah petani beralih profesi menjadi penambang emas setelah ditemukan tambang emas di Kabupaten Bombana.

Imam meminta masyarakat tidak perlu cemas dengan penurunan ini. Dia menjamin, Sultra tidak akan mengalami krisis pangan seperti yang dikhawatirkan kendati terjadi penurunan produksi. ”Alih profesi ini hanya bersifat sementara. Angka penurunannya pun masih bersifat perkiraan dinas pertanian. Angka pastinya akan diketahui dari BPS ( Badan Pusat Statistik),” kata Imam di Kendari, Jumat.

Imam optimistis produksi gabah kering giling (GKG) hingga penghujung Desember nanti akan menunjukkan tren peningkatan jika dibandidngkan tahun lalu. Tahun ini, Sultra menargetkan GKG 435 ribu ton dengan luas areal garapan mencapai 93.113 ha. Tahun 2007, Sultra hanya menghasilkan 423.316 ton dengan luas garapan mencapai 110.498 ha.

»» read more

Pembangunan middle ring road tersendat

Laporan Afrina
MAKASSAR: Pembangunan middle ring road atau jalan lingkar yang penghubungkan Kabupaten Maros, Kota Makassar, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata) pada 2009 mendatang diprediksi molor hingga 2010.

Kepala Perencanaan Jalan dan Jembatan Kota Makassar, Oktavianus mengatakan belum lama ini. Menurut Oktav, banyak kendala dalam proyek pembangunan jalan nasional yang berkonsep tol itu. Di antaranya, desain Japan International Cooperation Agency (JICA) belum sempurna.

Selain itu, kondisi Jepang yang sedang dilanda resesi ekonomi ikut memengaruhi jalannya pembangunan middle ring road. “Banyak hal yang membuat kami pesimistis dalam pembangunan jalan ini. Termasuk masalah pembebasan lahan oleh Pemerintah Kota Makassar,” kata Oktav.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, jalan nasional berkonsep tol ini dimulai dari jalan Syech Yusuf, Kabupaten Gowa menuju jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar dengan panjang 7,1 kilo meter, lebar 40 meter, dan 10 meter median jalan dengan 6 lajur.

Kabid Ekonomi, Sosial, dan Budaya Kota Makassar, Suwidnyo membenarkan saat ini masih terjadi tarik ulur antara Pemkot Makassar dengan Binamarga terkait konsep jalan yang akan menggunakan anggaran mencapai Rp800 miliar itu.

»» read more

2.500 koperasi bakal tak kebagian dana

Laporan Danni Julius
BALIKPAPAN: Sedikitnya 2.500 koperasi di seluruh Indonesia di duga tidak akan bisa memanfaatkan dana bergulir dari Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).Dana ini sejatinya merupakan dana perkuatan bagi koperasi dan UMK di seluruh Indonesia.

Kementerian mempertimbangkan banyak aspek untuk menyalurkan dana bergulir di tahun ini, antara lain waktu yang sudah terlalu singkat menjelang berakhirnya anggaran 2008.

Selain itu kementerian harus membuat aturan pelaksana dan sosialisasi ke seluruh pelosok daerah. Kenyataannya, menjelang tutup tahun 2009, persyaratan dan aturan terkait pengucuran itu belum bisa dipenuhi.

Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Suryadharma Ali mengungkapkan, jumlah dana yang dipastikan tidak bisa dikucurkan adalah Rp. 381,3 miliar di 2008 ini. Itu berarti, tutur Suryadharma, ratusan miliar dana itu besar kemungkinan hangus.

"Jumlah itu per tanggal 24 November ini ya. Kenapa? Karena aturan-aturan yang terkait pelaksanaannya tidak lengkap," tutur Suryadharma usai konsolidasi dengan sejumlah petinggi PPP di Balikpapan, Kalimantan Timur, kemarin.

Sebaliknya, tambah Suryadharma, sisa waktu yang ada tak mungkin lagi bisa digunakan secara optimal, apalagi dicairkan. Dengan begitu, dana itu terpaksa kembali ke Negara.

"Sedangkan kita mendekati (tutup anggaran) 15 Desember. Kalaupun dipaksakan dicairkan, itu berarti memancing kecerobohan. Semua ini karena masalah waktu sudah sangat mepet," tuturnya.

»» read more

XL tambah 35 unit BTS di Sulteng

Laporan Subarkah
PALU: Operator telepon selular Exceelcomindo (XL) tahun 2009 akan menambah lagi 35 BTS dari 70 yang sudah ada di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Demikian Ifyar A Yahya area sales koordinator XL Sulteng, Sabtu.

“Saat ini kami memiliki 20 ribu pelanggan dengan 70 unit BTS yang tersebar di berbagai daerah di Sulteng,” ujarnya. Ifyar mengatakan keinginan untuk menambah sebanyak 35 unit BTS atau sekitar 50% dari jumlah yang telah ada, mesti berdasarjab skala prioritas, mengingat ketersediaan listrik masih menjadi kendala.

Namun demikian Ifyar menegaskan untuk tahun depan wilayah-wilayah ibu kota kabupaten seperti, Tolitoli, Buol dan Luwuk sudah bisa mendapat layanan XL sembari terus meningkatkan kualitas jaringan.

Harapannya dengan kualitas jaringan yang semakin baik ditambah lagi dengan berbagai promo, ia optimistis konsumen XL terus meningkat. Berbagai promo yang dilancarkan sejak bulan Oktober, sudah meningkatkan pertumbuhan jumlah pelanggan antara 10% – 20%. Hingga Desember 2008 XL optimistis mampu mencapai pertumbuhan 25% sebagaimana ditargetkan. 

»» read more

Sopir angkot mogok massal demi menolak rencana busway

Laporan Danni Julius
BALIKPAPAN: Ribuan pengemudi angkutan kota di Balikpapan, Kalimantan Timur, menolak niat pemerintah kota mendatangkan angkutan massal jenis bus. Penolakan ini disertai mogok massal angkutan kota hingga empat jam di seluruh Balikpapan, dari pukul 08.00-11.00, Senin (24/11).

Ribuan pengemudi mendatangi DPRD Balikpapan di Jl Jendral Sudirman untuk menyampaikan penolakan ini. Mereka menuntut DPRD untuk menekan pemerintah demi menghentikan niat pengadaan bus, yang juga dipelesetkan mereka sebagai busway.

Selagi unjukrasa, para sopir angkot memarkir kendaraan di dua ruas jalan hingga menyebabkan kemacetan di poros utama Balikpapan tersebut. "Kita menolak angkutan massal. Mereka membuat kami kian terhimpit dan penghasilan seluruh sopir angkot banyak sekali berkurang.

Kondisi seperti ini saja sudah memberatkan kami, apalagi ketika bus itu diberlakukan," tutur koordinator kelompok sopir angkot Alfred Warokah.
Penolakan dan mogok itu muncul setelah surat kabar lokal berkali-kali memberitakan rencana pemerintah untuk mengadakan bus.

Sejatinya wacana busway sendiri sudah menggelinding hampir dua tahun sebelumnya. Belakangan, surat kabar lokal gencar memberitakan kalau busway diberlakukan dan diujicoba mulai awal 2009.

Wacana busway sendiri kembali menyeruak ketika Balikpapan kembali memperoleh Wahana Tata Nugraha (WTN) ke-14 pada Januari 2008. Balikpapan memperoleh hadiah dua minibus berkapasitas penumpang sejumlah 20 orang.

»» read more