Home - Photo - Blogger

Subscribe: Posts Subscribe to Revolution ChurchComments

40 Jiwa masih terjebak di Palopo

PALOPO, Sulsel: Sekitar 40 warga dari RW 3, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat masih terisolir oleh sisa tanah longsor sampai tiga hari pasca longsor di Kota Palopo, Sulsel. Hal ini dikemukakan Camat Wara Barat Idris Kaso di Palopo, kemarin siang. Menurut dia, warga tersebut tidak dapat keluar­ dan dievakuasi dengan cepat karena akses jalan keluar terputus akibat masih ada ribuan kubik tanah menutupi.

Pemkot tata kampung nelayan

MANADO: Pemkot Manado akan menata ruang baru di kawasan pesisir untuk dijadikan kawasan perkampungan nelayan. “Kawasan pesisir yang sebagian besar berada­ di utara akan direvitalisasi supaya selain menjadi permukiman, juga menjadi pendukung pariwisata sebab diatur sebagai kawasan pengembangan nelayan,” kata Kepala Bappeda Manado Revin Lewan, kemarin. Lewan mengatakan kawasan dimaksud mencakup Bailang di Kecamatan Bunaken, serta Karangria di Kecamatan Tuminting.

Rumput laut Seram 135 ton

AMBON: Lima kelompok nelayan yang membudidayakan rumput laut di Desa Wael, Kabupaten Seram Bagian Barat, setiap tahun mampu menghasilkan 135 ton. “Hasil panen saya rata-rata 1,8 ton per tahun­ sejak Mei 2007. Tapi kalau digabungkan dengan empat kelompok nelayan lain, jumlahnya­ cukup besar,” kata Ketua Kelompok Budidaya Rumput Laut Sukamaju La Idris M. Thalib, kemarin. Lima kelompok nelayan yang mengembang­kan­ rumput laut itu masing-masing ber­anggota 15 orang.
Tampilkan postingan dengan label kontributor Makassar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kontributor Makassar. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 14, 2009

Ekspor kakao diperkirakan 140.000 ton

MAKASSAR: Produksi kakao Sulawesi Selatan tahun ini menurun se­iring program peremajaan­ dan rehabilitasi. Meski demikian, daerah ini masih mampu mengekspor 140.000 ton kakao.

Kepala Dinas Perkebunan Sulsel Burhanuddin Mustafa mengatakan ekspor kakao ini didorong kerja keras untuk mempertahankan Sulsel sebagai salah satu penghasil kakao terbesar di Indonesia. Daerah yang dikenal sebagai lumbung kakao, yakni Luwu Raya, Bone, Soppeng, Wajo, dan Pinrang. “Saat ini memang kurang lebih 10% lahan kakao tidak berproduksi­ karena intensifikasi­ la-han.­ Makanya produksi­ kakao menurun­ tahun­ ini, tapi kita masih­ bisa ekspor,” ujar Burhanuddin,­ kemarin.

Dia menjelaskan peremajaan mencakup lahan 4.300 hektare dan rehabilitasi 20.900 ha.Menurut Burhanuddin, peremajaan dan rehabilitasi yang dikenal dengan program Gerakan Nasional (Gernas) Kakao ini untuk meningkatkan produksi dan mutu.

Pada 2013, pemerintah­ menargetkan luas areal­ mencapai 270.000 ha dengan produksi 300.000 ton per tahun. Nilai ekspornya diharapkan menembus US$750 juta–US$900 juta. Sementara itu, tenaga­ kerja yang terserap sebanyak­ 315.000 kepala­ keluarga dengan pendapatan Rp30 juta–Rp40 juta per tahun.

Saat ini, kata dia, pihaknya telah mendapatkan­ 700.000 bibit pohon untuk ditanam­ di areal baru. Dalam tiga atau empat­ tahun mendatang, produktivitas lahan diproyeksikan mencapai dua ton per ha. “Setiap tahun kami selalu mengadakan perluas­an lahan, tetapi itu juga tergantung dari dana APBD. Namun, pemerintah akan tetap membantu meskipun tidak ada dana APBD,” tukasnya.

»» read more