Home - Photo - Blogger

Subscribe: Posts Subscribe to Revolution ChurchComments

40 Jiwa masih terjebak di Palopo

PALOPO, Sulsel: Sekitar 40 warga dari RW 3, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat masih terisolir oleh sisa tanah longsor sampai tiga hari pasca longsor di Kota Palopo, Sulsel. Hal ini dikemukakan Camat Wara Barat Idris Kaso di Palopo, kemarin siang. Menurut dia, warga tersebut tidak dapat keluar­ dan dievakuasi dengan cepat karena akses jalan keluar terputus akibat masih ada ribuan kubik tanah menutupi.

Pemkot tata kampung nelayan

MANADO: Pemkot Manado akan menata ruang baru di kawasan pesisir untuk dijadikan kawasan perkampungan nelayan. “Kawasan pesisir yang sebagian besar berada­ di utara akan direvitalisasi supaya selain menjadi permukiman, juga menjadi pendukung pariwisata sebab diatur sebagai kawasan pengembangan nelayan,” kata Kepala Bappeda Manado Revin Lewan, kemarin. Lewan mengatakan kawasan dimaksud mencakup Bailang di Kecamatan Bunaken, serta Karangria di Kecamatan Tuminting.

Rumput laut Seram 135 ton

AMBON: Lima kelompok nelayan yang membudidayakan rumput laut di Desa Wael, Kabupaten Seram Bagian Barat, setiap tahun mampu menghasilkan 135 ton. “Hasil panen saya rata-rata 1,8 ton per tahun­ sejak Mei 2007. Tapi kalau digabungkan dengan empat kelompok nelayan lain, jumlahnya­ cukup besar,” kata Ketua Kelompok Budidaya Rumput Laut Sukamaju La Idris M. Thalib, kemarin. Lima kelompok nelayan yang mengembang­kan­ rumput laut itu masing-masing ber­anggota 15 orang.
Tampilkan postingan dengan label kontributor palu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kontributor palu. Tampilkan semua postingan

Kamis, Agustus 06, 2009

Gubernur janji percepat Sutet

KENDARI: Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam berjanji mempercepat pengajuan rekomendasi pinjam pakai hutan untuk­ pembangunan tapak transmisi saluran udara tegangan­ tinggi (Sutet­) PLTU Ni’i Tanasa.Rekomendasi pinjam pakai taman hutan rakyat (Tahura) Nipanipa Kota Kendari dari Menteri Kehutanan merupakan syarat yang harus dipenuhi sebelum pembangunan tapak transmisi tersebut.

“Pemprov mengawal pengajuan rekomendasi hingga disetujui sebab hal ini penting mengingat­ PLTU akan menyuplai listrik 2x10 MW ke sistem Kendari. Mudah-mudahan izin pinjam pakai Tahura Nipanipa secepatnya disetujui,” jelas Gubernur, kemarin.

Dia juga menjamin pembangunan tapak itu tidak akan merusak kondisi hutan sebab ukuran tapak cukup kecil dan berada di pinggir hutan konservasi.

Anggaran
Sebelumnya, General Manager PT PLN Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara­ (Sultanbatara) Haryanto WS mengatakan anggaran pembangunan transmisi Sutet 70 KV sepanjang 12 km yang melalui Tahura Nipanipa telah disetujui sebesar Rp38 miliar.

Jumlah itu telah dicairkan, namun pembangunan transmisi terkendala izin pinjam pakai hutan dari Menteri Kehutanan.Haryanto meminta Pemerintah Provinsi Sultra­ dalam waktu dekat mengajukan rekomendasi pinjam pakai hutan agar proyek transmisi dapat segera dimulai.

“PLN juga menyiapkan­ rencana darurat jika rekomendasi­ pinjam pa­kai­ hutan tersebut ditolak. PLN akan membangun transmisi­ 20 KV mengikuti­ jalan­ raya sepanjang 16 km,” papar Haryanto.

»» read more

Jumat, Juni 05, 2009

Pemkot Palu tutup tambang emas Paboya

PALU: Pemerintah Ko-ta Palu, Sulawesi Tengah, akhirnya menutup lokasi tambang emas di Kelurahan Poboya, Kecamatan Palu Timur karena tanpa izin resmi.

Kepala Kecamatan Palu Timur Thompa Yotokodi kepada wartawan di Palu, kemarin, mengatakan penutupan tambang Poboya dilakukan atas kesepakatan antara unsur musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika), tokoh masyarakat setempat, dan penambang.

“Lokasi ini tutup mulai hari ini hingga selesainya proses pilpres Juli mendatang,” kata Thompa didampingi Kapolsek Palu Timur AKP Darno. Sejak penutupan, kata Thompa, seluruh aktivitas penambangan dihentikan baik oleh warga lokal maupun pendatang dari Sulawesi Utara dan Gorontalo yang mencapai 300 orang.

Bila ada warga melanggar akan dikenakan sanksi tegas. “Namun langkah kami tetap mengutamakan upaya persuasif. Kami harap warga dan pihak terkait menghargai keputusan pemerintah ini,” ujar camat.

Dikatakan, pihaknya bersama aparat keamanan setempat sudah membuat sejumlah pos pemantau di beberapa lokasi, dengan tujuan mengontrol keluar masuk warga beserta barang bawaan. Kapan aktivitas penambangan emas digiatkan kembali, Thompa belum bisa memastikan.

“Yang pasti mulai saat ini jangan dulu ada penambangan. Setelah pilpres baru dibahas kembali, termasuk soal pemberian izin penambangan rakyat,” katanya.

Ali Jaluddin (62), Koordinator Dewan Adat Poboya, Tanamodindi, dan Lasoani menyambut baik penertiban penambang liar, khususnya pendatang.

Namun dia menolak jika pemerintah nantinya menutup total lokasi tambang emas rakyat.“Kami tidak setuju dan pasti akan melawan kalau lokasi ini ditutup total karena merupakan mata pencaharian kami,” tegas Ali.

»» read more

Jumat, Mei 29, 2009

Tambang emas ilegal ditutup

PALU: Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, dalam waktu dekat akan menutup lokasi penambangan emas ilegal di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Poboya yang selama setahun terakhir ramai didatangi masyarakat dari luar.

“Akan ditutup karena dikha-watirkan terjadi kerusakan lingkungan lebih parah, pengelolaan lokasi itu tidak memiliki izin,” kata Wakil Wali Kota Palu Andi Mulhanan Tombolotutu, kemarin. Namun, menurut mantan Ketua DPRD Palu ini, sebelumnya pihaknya akan menggelar operasi yustisia, yakni mendata para penambang yang sering beroperasi di tempat tersebut.

Menurut Mulhanan, pendataan itu terkait penertiban penambang, sebab banyak penduduk dari luar melakukan penambangan liar di sekitar Sungai Poboya.

Bahkan, dari perkiraan sekitar 300 orang yang menambang, 65% di antaranya datang dari luar, seperti Kabupaten Bolaang Mongondow (Sulut) dan Gorontalo.

Pemkot berencana memulangkan semua penambang liar dari luar sepekan kemudian karena kehadiran mereka dinilai mempercepat kerusakan lingkungan.

Bagi penduduk lokal dan belum memiliki pekerjaan tetap, katanya, pemkot akan berusaha mencarikan pekerjaan yang cocok agar tidak melakukan penambangan liar di lahan konservasi itu.

Akhir pekan lalu, Polda Sulteng menggagalkan penyelundupan 360 karung batu dan pasir emas hasil penambangan ilegal Poboya.

Tumpukan bahan galian strategis yang diperkirakan mengandung ratusan gram emas itu disita aparat saat hendak dibawa ke Sulut menggunakan mobil truk.

Pemkot Palu kini gencar melakukan sosialisasi kepada warga lokal soal rencana penutupan tambang emas guna meminimalkan dampak. Lokasi itu sejak 1997 menjadi lahan konsesi penambangan PT Citra Palu Mineral (CPM), sebuah perusahaan patungan PMDN dengan Newcrest Mining Australia yang memperoleh izin eksplorasi dari pemerintah.

»» read more

Jumat, Maret 27, 2009

Harga gula di Kendari naik 15%

KENDARI:: Harga gula di Sulawesi Tenggara sejak Januari hingga Maret meningkat sekitar 15% dari harga rata-rata nasional. Harga gula di pasaran saat ini sudah mencapai Rp8.500 hingga Rp8.700 per kg atau naik sekitar Rp2.000.

Pejabat di Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulawesi Tenggara mengaku belum mengetahui penyebab kenaikan itu. Kepala Sub Dinas Perdagangan Dalam Negeri La Subu Zahri mengatakan stok gula saat ini masih mencukupi untuk 3 bulan ke depan. Namun, harga gula terus naik di atas harga jual rata-rata secara nasional.

“Kami juga heran kenapa harga gula terus naik, padahal stok sekarang masih cukup,” jelasnya, pekan ini. Dia memperkirakan kenaikan terjadi karena terjadi stagnasi stok pada Januari lalu akibat perbaikan mesin pengolahan gula milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV. Sejak itu pedagang menahan stok gula karena takut merugi.

La subu menambahkan Disperindag telah meminta pedagang gula antarpulau terdaftar (PGAPT) untuk memasok gula sebanyak-banyaknya agar stok kembali normal.

Kebutuhan gula Sultra tercatat mencapai 1.665 ton per bulan. Seluruh gula tersebut dipasok oleh PTPN XIV dan sejumlah produsen gula lainnya. Sultra sendiri belum mampu memproduksi gula karena tidak ada investor yang berminat membangun pabrik gula di daerah ini.

Sementara itu, Disperindag Sultra baru-baru ini menyita sedikitnya 117,5 ton gula asal Sulawesi Selatan yang masuk ke Kendari, karena tidak memiliki dokumen surat pengantar pengiriman gula antar pelabuhan (SPPGAB).

Gula tersebut disita di Pelabuhan Samudera Kendari oleh petugas KP3 atas permintaan Disperindag. La Subu mengatakan, pemasok PT Sultra Mandiri belum pernah mengajukan permohonan untuk mendatangkan gula di Sulawesi Tenggara. Hal itu dinilai melanggar keputusan menteri terkait. Menurut La Subu, kejadian tersebut telah berulang terjadi, karena minimnya pengetahuan distributor tentang aturan pengiriman gula antarpulau. .

»» read more